Memberitakan Injil Yesus untuk menguatkan iman dari pada umat Tuhan Yesus Kristus
Sunday, June 21, 2020
Saturday, May 30, 2020
MEMPERINGATI HARI PENTAKOSTA
GEREJA YANG HIDUP
Yohanes 14:16-17 (TB)
"Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu."
Dalam rangka memperingati hari Pentakosta ini, kita juga memperingati hari lahirnya Gereja Kristus. Gereja yang didirikan oleh Tuhan Yesus Kristus di atas diri-Nya sendiri. Gereja yang hidup oleh Roh Kudus. Gereja yang tidak dapat hidup dan berbuah bagi Tuhan, selain oleh Roh Kudus. Gereja yang terdiri atas orang-orang yang telah ditebus dan disucikan oleh darah Kristus, sehingga dapat beribadah kepada Tuhan Yesus Kristus. Gereja yang hidup untuk memberitakan Injil Kristus, supaya bertambah banyak orang yang berbalik dan bertobat kepada Tuhan Yesus Kristus.
Tanpa Roh Kudus, Gereja Kristus tidak dapat berbuat apa-apa bagi kemuliaan Tuhan. Gereja Kristus perlu Roh Kudus, untuk membangkitkan kekuatan, kasih, dan ketertiban di dalamnya. Roh Kudus berkuasa membuat Gereja Kristus tetap tinggal di dalam Tuhan Yesus Kristus. Roh Kudus berkuasa membuat Gereja Kristus setia sampai akhir, bertahan sampai kepada kesudahannya, dan siap sedia menyongsong Tuhan Yesus Kristus datang kembali. Marilah senantiasa berjaga-jaga dan berdoa, agar tetap penuh dengan Roh Kudus dan hidup dalam pimpinan-Nya. Jangan mendukakan Dia, Roh Kebenaran. Amin.
Wednesday, May 27, 2020
TUHAN YESUS NAIK KE SORGA (4)
Kisah Para Rasul 1:11 (TB)
"...Yesus ini, ... akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."
Sudah berjalan kira-kira 2000 tahun yang lalu, saat Tuhan Yesus naik ke Sorga, sampai saat ini. Dan Dia berjanji untuk datang kembali, membawa umat tebusan-Nya yang setia sampai akhir mengikut Dia, tinggal dalam Kerajaan Sorga. Sudahkah kita bersiap sedia dalam menyongsong kedatangan-Nya kembali? Atau kita justru masih meributkan berbagai hal, yang sebenarnya menjauhkan kita dari Tuhan? Kedatangan Tuhan sudah sangat dekat. Terlebih, Tuhan mempercepat dan mempersingkat waktu kedatangan-Nya. Adakah buah yang layak dan pantas untuk dipersembahkan dan dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya, saat Tuhan Yesus datang nanti? Kita perlu Roh Kudus yang berkuasa di dalam memimpin, menolong dan menghiburkan kita di hari-hari yang jahat ini, untuk tetap mengerti dan hidup dalam kehendak-Nya. Sehingga waktu yang sisa ini, kita pergunakan untuk bersemangat berbuah bagi Kristus. Amin.
Monday, May 25, 2020
TUHAN YESUS NAIK KE SORGA (3)
3. "...Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, ..."
Alkitab menyatakan bahwa Tuhan Yesus Kristus tidak akan meninggalkan murid-murid-Nya sebagai yatim piatu. (Yohanes 14:18). Maka Tuhan menjanjikan Roh Kudus yang akan memimpin mereka ke dalam segala kebenaran. (Yohanes 16:13). Sehingga murid-murid Tuhan Yesus Kristus di akhir zaman ini, senantiasa setia di dalam memberitakan Injil Kristus dan siap sedia menyongsong kedatangan-Nya kembali. Oleh sebab itu, marilah kita hidup dipimpin oleh Roh Kudus senantiasa. Amin.
Sunday, May 24, 2020
TUHAN YESUS NAIK KE SORGA (2)
2. "...mengapakah kamu berdiri melihat ke langit?...".
Kisah Para Rasul 1:6 menyatakan, bahwa sebelum Tuhan Yesus Kristus naik ke Sorga, murid-murid-Nya mempertanyakan tentang pemulihan kerajaan Israel. Pertanyaan murid-murid Yesus ini mengisyaratkan bahwa mereka belum memahami tujuan Tuhan Yesus Kristus datang ke dunia. Murid-murid Yesus masih memusatkan perhatian mereka kepada perkara duniawi. Dan dengan peristiwa Tuhan Yesus Kristus naik ke Sorga, maka perhatian murid-murid Tuhan, tertuju ke langit, ke Sorga.
Dalam Kolose 3:1-2, menyatakan, bahwa murid-murid Kristus, yang telah dibangkitkan bersama Kristus, haruslah mengarahkan perhatian mereka, kepada perkara yang di atas, dimana Tuhan Yesus Kristus duduk di sebelah kanan Bapa di Sorga, dan bulan di bumi.
Maka selama menanti kedatangan Tuhan kembali, marilah kita mengarahkan mata kita, melihat dan memperhatikan kepada perkara yang di atas, dimana Tuhan Yesus Kristus bertakhta dalam Sorga. (2 Korintus 4:16-18).
Friday, May 22, 2020
TUHAN YESUS NAIK KE SORGA (1)
Kisah Para Rasul 1:11 (TB)
dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."
Ayat Firman Tuhan tersebut di atas menyatakan kepada kita tentang 4 perkara yang harus kita kerjakan dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan yang teguh, agar kita menjadi anak-anak Tuhan yang berhasil dan beruntung di hadapan-Nya, yaitu sebagai berikut:
1. "Hai orang-orang Galilea..."
Kata-kata ini mengingatkan kepada kita tentang asal-usul dari murid-murid Tuhan Yesus Kristus yang menyaksikan-Nya naik ke Sorga. Mereka bukanlah orang-orang hebat menurut ukuran manusia atau dunia. Bahkan Mahkamah Agama Yahudi menyebut Petrus dan Yohanes, yang juga menjadi saksi dari kenaikan Yesus ke Sorga, adalah orang-orang biasa yang tidak terpelajar. (Kisah Para Rasul 4:13). Namun kedua murid Tuhan Yesus Kristus tersebut dikenal sebagai pengikut Yesus. Dan ternyata seiring berjalannya waktu, maka yang menjadi pengikut Yesus Kristus, bukan hanya orang-orang dengan latar belakang yang biasa-biasa saja, tetapi juga ada beberapa dengan latar belakang, yang menurut ukuran manusia adalah luar biasa. Antara lain dokter Lukas, yang dalam pimpinan Roh Kudus, menulis Injil Lukas dan Kitab Kisah Para Rasul. Ada juga Rasul Paulus, yang sebelum berbalik dan bertobat kepada Tuhan Yesus Kristus, adalah salah satu pemimpin Yahudi yang terkenal. Tetapi saat mengenal Tuhan Yesus Kristus, maka apa yang dahulu menjadi keuntungan bagi dia, sekarang adalah sampah, tidak berarti apa-apa, bila dibandingkan dengan pengenalan akan Tuhan Yesus Kristus. Bahkan dalam 1 Korintus 1:26, Firman Tuhan berbicara kepada kita tentang kondisi jemaat Korintus, saat mereka dipanggil Tuhan, dimana "menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang". Namun mereka adalah para pengikut Yesus Kristus, yang percaya kepada pemberitaan tentang salib Kristus, yang adalah kebodohan menurut dunia. Tetapi bagi jemaat Korintus adalah kekuatan Tuhan yang menyelamatkan setiap orang yang percaya kepada-Nya.
Maka melalui kata-kata "Hai orang-orang Galilea" ini, Tuhan mengajarkan kepada kita, untuk senantiasa ingat akan kasih dan kemurahan-Nya, seperti sepenggal syair lagu rohani lawas berikut: "Ingatkanlah hidupku masa lalu...Tunjukkan dari mana Kau angkat hidupku...Ku hanya manusia yang dapat lupa...Peringatkanlah daku Tuhan..." Dengan demikian, kita selalu bermegah di dalam Tuhan Yesus Kristus, dan bukan dalam perkara-perkara menurut ukuran duniawi. (1 Korintus 1:26-31). Maka bila kita berkeinginan berhasil dan beruntung di hadapan Tuhan, hal bermegah di dalam Dia, haruslah diamalkan dalam hidup kita sehari-hari, sampai Tuhan Yesus Kristus datang kembali. Amin.
Wednesday, August 28, 2019
TUHAN YESUS KRISTUS DATANG KEMBALI
Tuhan Yesus akan datang kembali! Perjanjian Baru mengajarkannya bagi kita, yaitu di dalam kitab Yohanes 14: 2-3.
KAPAN YESUS KRISTUS DATANG KEMBALI?
Kapan Yesus Kristus datang kembali? Sejak saat Yesus pergi ke Surga, manusia telah mencoba untuk mengatakan kapan Dia akan kembali.
Namun Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa tidak seorang pun tahu kapan Kristus akan kembali. (Matius 24:36).
Kapan Yesus akan datang kembali? Malaikat di surga tidak tahu. Yesus bahkan tidak tahu. Tidak ada yang tahu.
Hanya Bapa yang tahu. Jangan mengatakan kapan Yesus akan kembali karena kita tidak tahu. Tetapi, Dia akan kembali. Kita harus percaya!
Sebab Firman Tuhan di dalam kitab 1 Tesalonika 5:2 menyatakannya. Dimana "Hari Tuhan" mengacu pada kedatangan Kristus yang kedua kali.
Kedatangan Kristus yang kedua kali akan seperti pencuri di malam hari.
Kapan pencuri mencuri? Kapan Anda berharap dia mencuri? Saya tidak berharap pencuri datang! Seorang pencuri mencuri ketika dia tidak diharapkan.
Demikian juga dengan kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kali. Dia akan datang kembali ketika Dia tidak diharapkan.
BAGAIMANA YESUS KRISTUS DATANG KEMBALI?
Para rasul diberi tahu oleh para malaikat bahwa Yesus akan kembali dengan cara yang sama seperti Ia pergi ke Surga. (Kisah Para Rasul 1:11).
Yesus Kristus yang pergi ke Surga adalah Yesus Kristus yang akan datang kembali dari Surga.
Beberapa orang mengajarkan bahwa Yesus sudah kembali. Mereka ajarkan ajaran sesat dan ini bukan yang dikatakan Alkitab. Alkitab telah berkata di dalam kitab Wahyu 1:7.
Sudahkah Yesus kembali? Pernahkah Anda melihat Dia? Tidak! Ketika Yesus datang lagi, setiap orang akan melihat Dia.
Orang-orang di kota-kota akan melihat Dia. Orang-orang di desa akan melihat Dia. Tidak seorang pun akan kehilangan melihat-Nya!
Sekali lagi, kita diberitahu bahwa ketika Kristus kembali, Dia akan didengar oleh semua orang.
Perhatikan Firman Tuhan di dalam kitab 1 Tesalonika 4:16.
Sama seperti semua orang akan melihat Kristus, semua orang akan mendengar Dia juga.
"Teriakan," "seruan malaikat agung," dan suara "sangkakala Allah" semuanya menunjukkan otoritas yang dimiliki Kristus.
Mereka juga menunjukkan bahwa Dia memiliki pengumuman penting untuk disampaikan.
MENGAPA YESUS KRISTUS DATANG KEMBALI?
Alkitab memberikan beberapa alasan mengapa Kristus datang kembali. Dia datang untuk membangkitkan orang mati.
Beberapa orang mengajarkan bahwa yang buruk tidak akan pernah bangkit dari kubur.
Yang lain mengajarkan bahwa yang baik dan yang buruk akan dibangkitkan pada waktu yang berbeda.
Tetapi kitab Yohanes 5: 28-29 berkata kepada kita bahwa semua orang Kristen yang setia dan taat akan bertemu Kristus di angkasa.
Dari sana mereka akan pergi ke Surga bersama-Nya. Perhatikan Firman Tuhan di dalam kitab 1 Tesalonika 4: 16-17.
Ketika Kristus datang kembali, Dia akan menyerahkan kerajaan kepada Allah. Dia tidak datang untuk mendirikan kerajaan.
Kerajaan sudah ada di sini. Kerajaan adalah gereja. (1 Korintus 15:24).
Dunia akan dihancurkan pada kedatangan Kristus yang kedua kali. (2 Petrus 3:10).
Ketika Kristus datang kembali, manusia tidak akan lagi hidup di bumi. Bumi akan terbakar oleh api.
Thursday, August 15, 2019
Plan of Salvation
Plan of Salvation
Do you know the answer to the most important question ever asked?
"What must I do to be saved?"
If you ask fifty different people on the street you would probably get fifty different answers. But the only answer that counts is God's. As the Creator of the universe and all that is in it He is the only one with the real answer.
God says that we must:
-
Hear the Gospel of Christ - Romans 10:14; Romans 10:17
-
Believe that Jesus Christ is the Son of God - Mark 16:16; John 8:24
-
-
Confess Christ before men - Matthew 10:32, 33; Romans 10:10
-
Be Immersed (Baptized) into Christ - Galatians 3:27; I Peter 3:21; Acts 22:16
-
Live Faithfully for Christ - Revelation 2:10; 2 Peter 1:10; 2 Peter 3:18
If you are not following God's plan of salvation, please obey it today. Let us know if we can assist you.
Hear the Gospel of Christ - Romans 10:14; Romans 10:17
Believe that Jesus Christ is the Son of God - Mark 16:16; John 8:24
Confess Christ before men - Matthew 10:32, 33; Romans 10:10
Be Immersed (Baptized) into Christ - Galatians 3:27; I Peter 3:21; Acts 22:16
Live Faithfully for Christ - Revelation 2:10; 2 Peter 1:10; 2 Peter 3:18
Friday, June 28, 2019
BAGI TUHAN TAK ADA YANG MUSTAHIL
Ku yakin saat Kau berfirman
Ku menang saat Kau bertindak
Hidupku hanya ditentukan
Oleh perkataan-Mu
Ku aman kar'na Kau menjaga
Ku kuat kar'na Kau menopang
Hidupku hanya ditentukan
Oleh kuasa-Mu
Bagi Tuhan tak ada yang mustahil
Bagi Tuhan tak ada yang tak mungkin
Mukjizat-Nya disediakan bagiku
Ku diangkat dan dipulihkan-Nya
Ku menang saat Kau bertindak
Hidupku hanya ditentukan
Oleh perkataan-Mu
Ku aman kar'na Kau menjaga
Ku kuat kar'na Kau menopang
Hidupku hanya ditentukan
Oleh kuasa-Mu
Bagi Tuhan tak ada yang mustahil
Bagi Tuhan tak ada yang tak mungkin
Mukjizat-Nya disediakan bagiku
Ku diangkat dan dipulihkan-Nya
Label:
LAGU,
lagu Kristen,
lagu rohani,
lagu rohani Kristen
B'RI SYUKUR B'RILAH SYUKUR
B’ri syukur
B’ri syukur
B’rilah syukur
B’ri syukur
Susah ataupun senang
B’ri syukur
Panjatkan doamu
Sepenuh hatimu
Kasih-Nya Yesus
Jadi milikmu
B’ri syukur
B’rilah syukur
B’ri syukur
Susah ataupun senang
B’ri syukur
Panjatkan doamu
Sepenuh hatimu
Kasih-Nya Yesus
Jadi milikmu
Label:
LAGU,
lagu Kristen,
lagu rohani,
lagu rohani Kristen
YANG TERUTAMA DI DALAM HIDUP INI
Yang terutama di dalam hidup ini
Meninggikan Nama Yesus
Yang terutama di dalam hidup ini
Memuliakan Nama-Nya
Halleluyah Halleluyah
Saya mau cinta Yesus
Halleluyah Halleluyah
Saya mau cinta Yesus
Meninggikan Nama Yesus
Yang terutama di dalam hidup ini
Memuliakan Nama-Nya
Halleluyah Halleluyah
Saya mau cinta Yesus
Halleluyah Halleluyah
Saya mau cinta Yesus
SUKA - SUKA - MU TUHAN
Sungguhlah hidupku t'lah ditebus
Oleh kuasa darah yang kudus
Sekarang hidupku bukan milikku lagi
Apapun yang Tuhan mau lakukan
Apapun yang Tuhan mau inginkan
Asalkan Tuhanku senang
Semua kurelakan
Nama-Nya dimuliakan
Suka-suka-Mu Tuhan
Suka-suka-Mu Tuhan
Suka-suka-Mu Tuhan
Suka-suka-Mu Tuhan
Oleh kuasa darah yang kudus
Sekarang hidupku bukan milikku lagi
Apapun yang Tuhan mau lakukan
Apapun yang Tuhan mau inginkan
Asalkan Tuhanku senang
Semua kurelakan
Nama-Nya dimuliakan
Suka-suka-Mu Tuhan
Suka-suka-Mu Tuhan
Suka-suka-Mu Tuhan
Suka-suka-Mu Tuhan
OH YERUSALEM, KOTA MULIA
Oh Yerusalem kota mulia
Hatiku rindu ke sana
Oh Yerusalem kota mulia
Hatiku rindu ke sana
Tak lama lagi Tuhanku datanglah
Bawa saya masuk sana
Tak lama lagi Tuhanku datanglah
Bawa saya masuk sana
Hatiku rindu ke sana
Oh Yerusalem kota mulia
Hatiku rindu ke sana
Tak lama lagi Tuhanku datanglah
Bawa saya masuk sana
Tak lama lagi Tuhanku datanglah
Bawa saya masuk sana
BAGAIKAN BEJANA SIAP DIBENTUK
Bagaikan bejana siap dibentuk
Demikian hidupku di tangan-Mu
Dengan urapan kuasa Roh-Mu
Ku dibaharui selalu
Jadikan ku alat dalam Rumah-Mu
Inilah hidupku di tangan-Mu
Bentuklah s'turut kehendak-Mu
Pakailah sesuai rencana-Mu
Ku mau s'perti-Mu Yesus
Disempurnakan s'lalu
Dalam seg'nap jalanku
Memuliakan Nama-Mu
Demikian hidupku di tangan-Mu
Dengan urapan kuasa Roh-Mu
Ku dibaharui selalu
Jadikan ku alat dalam Rumah-Mu
Inilah hidupku di tangan-Mu
Bentuklah s'turut kehendak-Mu
Pakailah sesuai rencana-Mu
Ku mau s'perti-Mu Yesus
Disempurnakan s'lalu
Dalam seg'nap jalanku
Memuliakan Nama-Mu
Friday, June 21, 2019
DEWASA DALAM KRISTUS
Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. (1 Korintus 13:11).
Adalah hal yang memalukan, bila kita ingin menjadi dewasa, namun di saat yang sama, kita masih berkata-kata, merasa, dan berpikir seperti kanak-kanak. Dan ternyata dalam kehidupan anak-anak Tuhan di Korintus terdapat orang-orang dewasa yang berperilaku seperti kanak-kanak. Hal ini dapat diketahui dari apa yang Firman Tuhan sampaikan dalam 1 Korintus 1:12, “Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus.” Tuhan tidak menghendaki ini terjadi dalam Gereja-Nya, yang telah didirikan-Nya di atas diri-Nya sendiri. Kitapun harus menjauhkan diri dari perselisihan. Sebab perselisihan akan menghancurkan Gereja Tuhan. Iblis menghendaki dan mengusahakan adanya perselisihan dalam Gereja Tuhan. Tetapi marilah kita tunduk kepada Tuhan Yesus Kristus, maka Iblis akan lari dari pada kita, dari pada gereja kita. Dan kita tahu bahwa perselisihan adalah dari dunia ini. Perselisihan di antara anak-anak Tuhan terjadi karena masuknya “persahabatan dengan dunia ini”, ke dalam Gereja. Jadi dewasa dalam Kristus kita alami, bila penuh dengan keinginan dan kehendak Tuhan Yesus.
Sunday, June 2, 2019
CARA MEMIMPIN PUJIAN
DISADUR DARI ( BERSUMBER DARI ) : https://id.m.wikihow.com/Memimpin-Pujian#Mempersiapkan_Diri_Sebelum_Ibadah
Cara Memimpin Pujian
Memimpin pujian merupakan aspek
penting dalam ibadah gereja. Pemimpin pujian yang baik akan membuat Anda dan
seluruh jemaat lebih tergerak untuk berdoa dan menyanyikan pujian yang bermakna
dengan sepenuh hati.
Bagian 1 dari 3:
Mempersiapkan Diri Sebelum Ibadah
1.
Tentukan tujuan Anda. Pelajari
cara membawakan pujian yang baik dan yang kurang baik. Membawakan pujian
berarti memuji Tuhan dan sebagai pemimpin pujian, tugas utama Anda adalah
mengajak seluruh jemaat memuji Tuhan dengan bernyanyi dan berdoa bersama-sama.
• Fokuskan
perhatian kepada jemaat yang Anda pimpin agar mereka bisa bernyanyi dengan
baik, alih-alih hanya sibuk memperhatikan penampilan Anda sendiri di panggung.
• Membawakan
pujian bukanlah ajang pamer bakat atau membuat diri Anda terkesan hebat.
Walaupun Anda tidak berniat menyombongkan diri, waspadalah sebab hal ini bisa
muncul tanpa disadari.
2.
Berdoalah. Ucapkan terima kasih
kepada Tuhan atas kesempatan memimpin orang lain sehingga mereka bisa
memuji-Nya, mintalah bimbingan, kerendahan hati, dan kekuatan agar Anda bisa
memimpin pujian dengan baik.
• Saat
berdoa, mintalah beberapa hal berikut:
• Kemampuan
memahami lirik lagu yang akan dinyanyikan dan kemampuan menyampaikan pemahaman
ini
• Kemampuan
untuk mengasihi orang-orang yang Anda pimpin
• Kebijaksanaan
dalam memilih lagu dan ayat-ayat yang akan disampaikan selama memimpin pujian
• Kemampuan
untuk melakukan kebenaran sesuai lagu dan ucapan Anda
• Kerendahan
hati agar Anda mampu memimpin pujian yang memuliakan Tuhan, bukannya memuliakan
diri sendiri atau persekutuan
• Kemampuan
untuk membimbing para jemaat dalam persekutuan agar lebih dekat lagi dengan
Tuhan
3.
Siapkan pujian yang sesuai dengan
tema ibadah. Berkonsultasilah dengan pendeta tentang tema ibadah minggu ini dan
pilihlah lagu-lagu pujian yang sesuai dengan tema tersebut agar ibadah terasa
lebih khusyuk dan bermakna.
• Pilihlah
beberapa ayat kitab suci yang sesuai dengan lagu dan tema ibadah.
4.
Pilihlah lagu-lagu yang sudah
cukup dikenal oleh jemaat agar mereka bisa berpartisipasi aktif dengan ikut
bernyanyi saat Anda memimpin pujian. Mereka mungkin tidak mau bernyanyi jika
lagu yang Anda pilih membuat suasana ibadah kurang menyenangkan.
• Orang-orang
biasanya tidak mau menyanyikan lagu-lagu yang belum mereka kenal. Utamakan
lagu-lagu yang sudah dikenal oleh jemaat. Jika ingin menyanyikan lagu baru,
jadwalkan beberapa minggu yang akan datang agar mereka punya cukup waktu untuk
mempelajarinya.
• Beberapa
lagu bisa dibawakan oleh solois, tetapi ada juga lagu-lagu yang lebih cocok
dinyanyikan oleh grup. Lagu-lagu yang akan Anda bawakan saat memimpin pujian
haruslah lagu yang bisa dinyanyikan bersama oleh banyak orang.
• Rentang
nada (ambitus) yang mampu Anda nyanyikan mungkin sangat lebar, tetapi tidak
semua orang memiliki kemampuan yang sama. Pilihlah lagu dengan rentang nada
yang mudah dijangkau agar lebih banyak orang yang bisa ikut bernyanyi.
5.
Tentukan urutan lagunya. Anda
harus tahu berapa lagu yang perlu Anda siapkan. Beberapa gereja menerapkan
aturan tertentu selama ibadah berlangsung dan ada juga yang lebih fleksibel.
Bagaimanapun juga, Anda harus memilih lagu yang sesuai dengan peraturan ibadah
dan tentukan lagu yang tepat untuk setiap sesi selama ibadah berlangsung.
6.
Hafalkan lagunya. Pahami
baik-baik lirik lagu yang akan Anda nyanyikan. Hafalkan ayat-ayat yang akan
Anda sampaikan. Anda boleh meletakkan kitab suci atau teks lagu di depan Anda
selama ibadah, tetapi jangan mengandalkannya.
• Ketika
berlatih mengucapkan lirik lagu atau ayat kitab suci, berikan penekanan pada
kata kerja, bukan pada kata ganti orang, kata sifat, dan kata keterangan. Kata
kerja bisa menjelaskan tindakan dan maknanya dengan tepat. Oleh sebab itu,
berikan penekanan pada kata kerja agar Anda bisa mengungkapkan kebenaran dari
teks yang Anda ucapkan.
• Mempelajari
kata-kata yang akan Anda nyanyikan atau ucapkan sebelum ibadah membuat Anda
merasa lebih nyaman sewaktu bernyanyi di depan banyak orang sehingga Anda bisa
memimpin pujian dengan lebih natural.
7.
Berlatihlah. Mungkin Anda adalah
satu-satunya pemimpin pujian di gereja. Selain itu, mungkin Anda harus bekerja
sama dengan semua anggota tim pujian. Terlepas dari banyaknya orang yang akan
terlibat, Anda harus melatih semua lagu beberapa kali sebelum Anda nyanyikan di
gereja.
• Pastikan
setiap anggota tim pujian sudah tahu kapan lagu tertentu harus dinyanyikan.
Beri tahukan dahulu urutan lagunya agar mereka tidak kebingungan.
• Dengarkan
masukan dari setiap anggota tim pujian. Jika kesepakatan bersama bertentangan
dengan pendapat Anda, pertimbangkan lagi ide Anda dan gantilah lagunya jika
diperlukan.
8.
Berikan semangat kepada diri
sendiri sebelum ibadah. Memuji adalah hal yang bersifat spiritual, tetapi
sebagai makhluk fisik, Anda juga harus menjaga kondisi tubuh agar tetap kuat.
Berusahalah tidur malam yang cukup sebelum hari ibadah. Minum air putih dan
makan sarapan pagi secukupnya agar Anda bisa menjalankan tugas dengan baik
selama ibadah.
• Jika
Anda cenderung merasa tidak nyaman jika terlalu kenyang, makanlah secukupnya
agar tubuh Anda tetap berenergi dan jangan sampai membuat Anda merasa mual.
9.
Lakukan pemanasan sebelum
bertugas. Ajaklah anggota tim pujian berkumpul untuk berlatih singkat dan
melakukan pengecekan terakhir sebelum ibadah dimulai.
• Sebagai
pemimpin pujian, Anda harus sudah sampai di gereja setidaknya 15 menit sebelum
anggota tim pujian datang untuk latihan terakhir. Selama menunggu, periksalah
kesiapan peralatan audio agar berfungsi dengan baik, setemlah alat-alat musik
yang akan digunakan, dan aturlah lembaran lagu/catatan Anda agar semuanya
tertata rapi.[3]
Bagian 2 dari 3:
Memimpin Pujian Selama Ibadah
1.
Perhatikan bahasa tubuh Anda.
Tunjukkan semangat dan ketulusan melalui bahasa tubuh Anda. Meskipun memimpin
pujian bukan saat yang tepat untuk menampilkan diri sendiri, Anda harus
memiliki kemampuan menguasai panggung agar bisa menarik perhatian jemaat. Jika
Anda sendiri terkesan kurang antusias saat memimpin pujian, orang-orang yang
Anda pimpin mungkin akan cepat merasa bosan.
• Mintalah
bantuan seseorang untuk merekam saat Anda memimpin pujian. Tontonlah video ini
setelahnya dan perhatikan bahasa tubuh Anda. Amati gerakan yang terkesan
canggung atau mengganggu dan gerakan yang sudah baik.
• Perhatikan
penampilan Anda. Jagalah kebersihan tubuh, kenakan pakaian dan aksesori yang
rapi, sederhana, dan pantas.[4]
• Jagalah
postur tubuh yang baik dan lakukan kontak mata selama memimpin pujian.
Tersenyumlah di saat yang tepat dan bersikaplah ramah selama bertugas.
2.
Perhatikan para jemaat. Amati
suasana ibadah dan petunjuk yang mereka berikan selama Anda memimpin pujian
untuk melakukan penyesuaian. Bersiaplah melakukan perubahan kecil selama ibadah
jika diperlukan untuk menciptakan keselarasan selama ibadah.
• Jika
jemaat terlihat bosan atau bingung, mungkin mereka belum mengenal lagunya atau
masih belum merasa nyaman untuk ikut bernyanyi. Ajaklah mereka bernyanyi dengan
berkata, “Mari kita sama-sama memuji Tuhan.” Akan tetapi, jangan membuat mereka
merasa bersalah dengan berkata, “Saya tidak mendengar seorang pun ikut
bernyanyi bersama saya.”
• Masalah
teknik bisa menghambat penayangan lirik lagu di layar. Oleh sebab itu,
sempatkan melihat ke belakang sekali-sekali untuk memastikan bahwa semuanya
baik-baik saja.
3.
Bawakan pujian dengan sepenuh
hati. Cara paling mudah membawakan pujian dengan sepenuh hati adalah dengan
bernyanyi sepenuh hati. Berfokuslah pada kata-kata yang Anda nyanyikan dan
berbicaralah saat memimpin. Jemaat bisa merasakan jika Anda menjalankan tugas
tanpa ketulusan.
• Berusahalah
menggunakan bahasa tubuh dan bahasa verbal sesuai dengan tema lagu yang Anda
nyanyikan, tetapi jangan berlebihan. Tersenyumlah dan berjalan berkeliling saat
Anda menyanyikan lagu yang gembira. Bersikaplah lebih tenang saat membawakan
lagu yang serius atau reflektif. Jangan seperti sedang beraksi teatrikal.
Gerakan yang tepat bisa menjadi cara terbaik untuk menekankan pentingnya apa
yang Anda katakan.
4.
Jangan berlebihan. Berusahalah
agar jemaat tetap terlibat aktif selama sesi pujian. Mereka akan mulai melamun
ketika mendengar alunan musik instrumentalia yang terlalu lama. Meskipun Anda
menyukainya, jangan lakukan cara ini jika kurang mendukung suasana ibadah.
• Pertimbangkan
baik-baik kapan diperlukan musik instrumentalia dan jangan meniadakannya sama
sekali. Contohnya, musik interlud yang mendukung transisi lagu boleh Anda
pertahankan. Hilangkan atau persingkat alunan musik apabila aransemennya malah
mengganggu kelancaran sesi pujian.
5.
Berdoalah dan kutiplah ayat-ayat
kitab suci. Ayat-ayat yang akan Anda ucapkan harus dipilih dan dihafalkan
terlebih dahulu. Doa-doa boleh Anda tulis atau berdoa spontan jika cara ini
membuat doa Anda terasa lebih tulus.
• Sama
halnya dengan lagu dan ayat-ayat kitab suci, doa yang Anda bawakan juga harus
selaras dengan pesan atau ajaran yang akan disampaikan.
6.
Perhatikan pemimpin pujian yang
lain. Anda harus memberikan perhatian yang sama kepada pendeta yang sedang
berkhotbah atau orang lain yang sedang berbicara di mimbar. Anda adalah
pemimpin di gereja ketika sedang bertugas atau tidak. Jadi, tindakan Anda akan
diperhatikan oleh semua jemaat, sekalipun Anda tidak sedang bernyanyi atau
berbicara.
7.
Bersikaplah apa adanya. Walaupun
Anda dituntut untuk mengesampingkan kepentingan pribadi, jangan memaksakan diri
jika cara ini kurang nyaman bagi Anda. Ketika Anda sedang sedih, bawakan pujian
dengan gaya yang lebih tenang. Jika Anda sedang bersemangat, bagikan semangat
Anda.
• Bersikap
apa adanya bisa membantu, tetapi jangan hanya berfokus kepada diri sendiri
selama Anda memimpin jemaat menyanyikan pujian. Alih-alih mengatakan, “Aku sedang
menghadapi masalah”, tunjukkan bahwa ada saat tertentu yang membuat kita sulit
menyanyikan pujian. Namun, katakan juga bahwa kita harus tetap memuji Tuhan,
bagaimanapun keadaannya.
Bagian 3 dari 3:
Melakukan Refleksi Setelah
IbadahSunting
1.
Berdoalah dengan khusyuk sekali
lagi. Doa merupakan hal terpenting dalam melaksanakan tugas ini. Bersyukurlah
kepada Tuhan setelah ibadah selesai, sekalipun hasilnya belum sesuai dengan apa
yang Anda inginkan. Mintalah bimbingan-Nya selama Anda melakukan refleksi dan
membuat rencana untuk ibadah berikutnya.
2.
Buatlah catatan. Setelah ibadah
selesai, catatlah apa yang Anda anggap baik dan kurang baik sebagai bahan
pertimbangan untuk merencanakan sesi pujian berikutnya.
• Ada
beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, misalnya artikulasi, volume suara, dan
nada suara. Anda baru bisa mengenali seperti apa suara Anda sendiri di dalam
ruang ibadah apabila sudah pernah memimpin pujian satu atau dua kali. Sesuaikan
volume suara Anda untuk menghindari munculnya gema atau mengatasi akustik
ruangan yang kurang baik.
• Jika
orang lain memberikan kritik atau saran kepada Anda, dengarkan dengan rendah
hati dan berpikiran terbuka. Ada nasihat yang sulit diterapkan, tetapi ada juga
yang bermanfaat. Anda harus bisa membedakan antara kritik yang membangun dan
kritik yang menjatuhkan secara objektif.
3.
Lupakan kesalahan di masa lalu.
Belajar dari kesalahan dan kegagalan adalah hal yang baik. Memikirkan masalah
tersebut terus-menerus dan selalu berpikiran negatif bukanlah hal yang
bermanfaat. Pikirkan cara memperbaiki kesalahan yang pernah Anda lakukan dan
lupakan saja sambil bertekad untuk menghindarinya.
• Kekurangan
dan kesalahan bisa mengingatkan Anda agar tetap menjadi pribadi yang rendah
hati. Ketidaksempurnaan bisa juga mengingatkan para jemaat bahwa semua orang
adalah manusia biasa. Jika Anda mampu menerima kekurangan diri sendiri dengan
berjiwa besar, Anda bisa mendorong jemaat yang Anda pimpin agar mereka mau
melakukan hal yang sama.
DISADUR DARI ( BERSUMBER DARI ) : https://id.m.wikihow.com/Memimpin-Pujian#Mempersiapkan_Diri_Sebelum_Ibadah
Label:
CARA MEMIMPIN PUJIAN,
GEREJA KRISTEN BENDOSARI,
IBADAH,
kristen,
LAGU,
MEMIMPIN,
PUJIAN
Thursday, May 23, 2019
DALAM KELIMPAHAN SURGAWI
Berdasarkan Firman Tuhan di dalam kitab Roma 15:13, kita dapat mengucap syukur kepada Tuhan kita Yesus Kristus. Karena adalah kehendak-Nya, bahwa kita mempunyai hidup dalam segala kelimpahan. Yaitu berlimpah dengan pengharapan, sukacita, damai sejahtera, di dalam iman kita kepada Tuhan Yesus Kristus. Oleh sebab itu, untuk mengalaminya, maka kita perlu memberi diri dipimpin oleh Roh Kudus. Sebab Roh Kuduslah yang berkuasa mengaruniakan kita kekuatan untuk hidup dalam segala kelimpahan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Amin.
Sunday, March 31, 2019
HIDUP MENURUT PETUNJUK TUHAN
Biarlah aku hidup menurut petunjuk perintah-perintah-Mu, sebab aku menyukainya.
(Mazmur 119:35).
Tuhan Yesus Kristus senantiasa mengasihi umat-Nya. Oleh sebab itu, Dia memberi arahan, bimbingan, nasihat, ajaran, dan tuntunan melalui perintah-perintah-Nya, agar selaku umat-Nya, kita tidak tersesat, kita sampai pada tujuan yang telah ditentukan Tuhan, yaitu Kerajaan Sorga yang kekal. Amin.
Thursday, July 12, 2018
SIAP SEDIA
“Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.” (Matius 25:10).
Kiranya kita siap sedia menyongsong kedatangan Tuhan. Kiranya kita menjadi seperti gadis-gadis yang bijaksana, yang membawa pelita mereka yang menyala dan minyak dalam buli-buli mereka. Kiranya kita tidak mengundurkan diri dari Tuhan, tetapi tetap hidup oleh iman di dalam Tuhan Yesus Kristus. Kiranya kita hidup oleh Roh dan dipimpin oleh Roh, sehingga makin hari, kita makin kuat untuk menyambut kedatangan Tuhan yang kedua kali. Tuhan kita Yesus Kristus tidak menangguhkan kedatangan-Nya. Dia adalah Tuhan yang tak pernah ingkar janji. Dia tidak pernah lalai akan janji-Nya. Janganlah kita disesatkan. Sebab penyesatan hanya akan membuat kita tidak siap sedia dalam menyambut kedatangan Tuhan. Kita yang harus siap sedia menunggu kedatangan-Nya. Bukan Tuhan Yesus yang menunggu kedatangan kita. Oleh sebab itu, biarlah kita merendahkan diri di bawah tangan Tuhan yang kuat.
Thursday, July 5, 2018
ADAKAH TUHAN MENDAPATI IMAN DI BUMI?
“Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?" (Lukas 18:8).
Ketika Tuhan Yesus datang untuk menghakimi mereka yang diam di bumi, maka ternyata tidak ada satupun yang beriman kepada Tuhan Yesus. Tidak beriman kepada Tuhan Yesus Kristus adalah dosa. Karena iman di dalam Tuhan Yesus Kristus sajalah, maka kita berkenan di hadapan Bapa di Sorga. Kita mengalami kasih karunia-Nya. Kita dibenarkan-Nya, seperti ibu janda yang tertulis di dalam Lukas 18:1-8. Yang karena imannya di dalam Tuhan Yesus Kristus, dia tekun berdoa kepada Bapa di Sorga, memohon pembenaran dari pada-Nya. Yang kemudian dibuktikan dengan pembenaran yang dilakukan oleh hakim yang lalim, kepada ibu janda ini. Ibu janda ini mengalami keadilan dan kebenaran Tuhan, karena dia beriman kepada Tuhan Yesus Kristus. Kiranya pertanyaan Tuhan dalam Lukas 18:8, boleh menyadarkan kita semua, agar berjuang demi iman yang timbul oleh Berita Injil Kristus.
Subscribe to:
Posts (Atom)
