Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Yahweh telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Putra Yahweh?

Monday, February 25, 2013

TUJUH SANGKAKALA


Lalu aku melihat ketujuh malaikat, yang berdiri di hadapan Allah, dan kepada mereka diberikan tujuh sangkakala.” (Wahyu 8:2).

Tuhan Yesus Kristus, Allah Yang Maha Kuasa memberikan kepada ketujuh malaikat tujuh sangkakala. Tujuh sangkakala ini dipergunakan untuk menyatakan penghakiman Tuhan Yesus Kristus yang adil dan benar dan yang sempurna adanya. Inilah yang dilihat oleh rasul Yohanes di dalam Roh Kudus. Tuhan Yesus Kristus, Allah Yang Maha Kuasa mempunyai maksud dengan memberikan tujuh sangkakala tersebut kepada ketujuh malaikat. Untuk menyatakan kuasa-Nya dan kemuliaan-Nya yang ajaib. Baik untuk menyatakan kasih setia-Nya, maupun untuk menjadi pentung bagi isi bumi-Nya. “Oleh nafas Allah terjadilah es, dan permukaan air yang luas membeku. Awanpun dimuati-Nya dengan air, dan awan memencarkan kilat-Nya, lalu kilat-Nya menyambar-nyambar ke seluruh penjuru menurut pimpinan-Nya untuk melakukan di permukaan bumi segala yang diperintahkan-Nya. Ia membuatnya mencapai tujuannya, baik untuk menjadi pentung bagi isi bumi-Nya maupun untuk menyatakan kasih setia.” (Ayub 37:10-13).

Haleluyah, kehendak Tuhan Yesus Kristus, Allah Yang Maha Kuasa saja yang terjadi. Segala yang diperintahkan oleh Tuhan Yesus Kristus, Allah Yang Maha Kuasa pasti terjadi dan tidak ada yang dapat menghalangi Tuhan Yesus Kristus, Allah Yang Maha Kuasa melakukan kehendak-Nya. Karena itu marilah kita hidup dalam pertobatan dan kekudusan di hadapan Tuhan Yesus Kristus. Marilah beriman di dalam Tuhan Yesus Kristus. Dialah Allah Yang Maha Kuasa, Hakim Yang Adil pada hari kiamat. Penghakiman Tuhan Yesus Kristus sungguh sempurna, adil dan benar adanya. “Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan? Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan. Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya, yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan, tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman. Penderitaan dan kesesakan akan menimpa setiap orang yang hidup yang berbuat jahat, pertama-tama orang Yahudi dan juga orang Yunani, tetapi kemuliaan, kehormatan dan damai sejahtera akan diperoleh semua orang yang berbuat baik, pertama-tama orang Yahudi, dan juga orang Yunani. Sebab Allah tidak memandang bulu.” (Roma 2:4-11).