Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Yahweh telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Putra Yahweh?

Friday, November 2, 2012

JANGAN JADI SUAM-SUAM KUKU


Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.” (Wahyu 3:16).
Tuhan Yesus Kristus pasti akan mengeluarkan umat-Nya dari mulut-Nya, jikalau mereka tetap dalam kondisi rohani yang suam-suam kuku. Yaitu tidak dingin dan tidak panas. Dimana jemaat tersebut mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Sehingga mereka selalu membual dan menyombongkan diri. Bahkan sekalipun mereka suka beribadah, namun mereka menolak kuasa ibadah itu sendiri. Mereka menolak Tuhan Yesus Kristus sendiri. Mulut mereka memuji Tuhan, tetapi hati mereka menolak Tuhan Yesus Kristus, Allah Yang Mahakuasa. Jadi ibadah yang mereka lakukan adalah ibadah yang kosong dan palsu, yang dilakukan bukan dengan cara yang berkenan kepada Allah, dengan hormat dan takut akan Tuhan. Kiranya Tuhan Yesus Kristus menolong kita untuk tidak suam-suam kuku, agar tidak dimuntahkan dari mulut Tuhan, dikeluarkan dari persekutuan dengan Dia, dan dilemparkan masuk ke dalam aniaya besar. Marilah kita berjaga-jaga dan berdoa agar tidak suam-suam kuku, tetapi roh kita tetap menyala-nyala dan melayani Tuhan di dalam kuat kuasa Roh Kudus, dan tetap tinggal dalam kasih karunia-Nya. Sebab jemaat yang suam-suam kuku adalah jemaat yang akalnya bobrok dan imannya tidak tahan uji. Amin!!! Haleluyah!!! Jadi ingatlah Firman Tuhan ini: Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!. . .Akal mereka bobrok dan iman mereka tidak tahan uji.” (2 Timotius 3:1-5,8).